Senin, 15 Juli 2013

Burung Pemandu Pendaki Gunung Lawu


 Mitos burung Jalak Lawu, nyaring bergaung di telinga masyarakat kaki Gunung Lawu. Konon, burung jalak berwarna kelabu ini sering muncul di depan pendaki. Bahkan, satwa ini diyakini bakal pengantar pendaki hingga ke Argo Dumilah, Pucak Gunung Lawu.
“Diyakini atau tidak, setiap saya mendaki pasti menemui Jalak Lawu. Brung itu menclok beberapa meter di depan kami. Kemudian terbang lagi dan menclok di depan kami lagi,” ujar Sunaerto, warga Plaosan, Magetan.
Sunarto merupakan salah satu warga yang gemar mendaki ke puncak Gunung Lawu. Dalam setahun kadang tiga hingga lima kali dia mendaki.Waktunya tidak tentu.”Setiap bulan Suro saya pasti naik,” lanjutnya.
Lelaki yang berprofesi sebagai aktivis pemerhati soal kemasyaraktan di Magetan itu tak lagi asing dengan keberadaan Jalak Lawu. Bahkan dia sering menjadikannya sebagai penunjuk jalan.”Warga Plaosan yakin, Jalak Lawu merupakan burung pemandu pendaki. Saya sendiri sering mengikuti arah terbang dia saat mendaki. Nyatanya gak pernah kesasar, meski cuaca tak bersahabat,” ujarnya.
Terdapat dua teknik mengamati keberadaan Jalak Lawu. Pertama, jika cuaca cerah bisa melihat arah terbangnya. Kedua, jika cuaca berkabut, musti dicermati suara pekikannya.
Belum diketahui pasti berapa ekor burung Jalak yang berhabitat di Lereng Gunung Lawu.Menurut warga sekitar, dulu burung berwana keabu-abuan ini banyak dijumpai di kawasan setempat. Tapi sekarang sudah jarang.
Konon, Jalak Lawu dulunya merupakan burung Jalak piaraan punggawa Prabu Brawijaya V yang diyakini musna di Gunung Lawu. Brung itu beranak-pinak dan terus berhabitat di kawasan gunung yang berlokasi di perbatasan Jatim-Jateng itu.Sebagai pendaki sejati buktikan kalau anda pecinta alam dengan tidak memburu hewan atau binatang di gunung termasuk sang pemandu gunung lawu jalak lawu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar