Rabu, 24 April 2013

Bersalaman?’.. pandang wajahnya ya..?? Dan Erat

                Bersalaman adalah bagian dari komunikasi nonverbal. Sebagai bagian dari komunikasi, seharusnya ada adab bersalaman yang baik. Adab bersalaman adalah lakukan kontak mata, tersenyumlah, berhenti bergerak walaupun satu detik saja, jangan perhatikan orang lain waktu kita bersalaman dengan seseorang.
            Ironisnya, sering penulis menemui seseorang bersalaman tetapi pandangan matanya tertuju pada orang lain... kasian sekali orang yang diajak bersalaman tersebut. Pasti merasa sangat tidak dihargai. Dengan berbicara sekedarnya, orang itupun juga masih tidak melihat orang yang diajak bersalaman tadi... ck-ck-ck. Akhirnya penilaian saya pada orang itu adalah “ dia tidak bisa menghargai orang lain ”. Pepatah mengatakan “ kita akan dihormati dan dihargai orang lain bila kita juga menghargai dan menghormati orang lain pula “. Salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada orang lain adalah menggunakan kontak mata kita secara serius memandang lawan bicara kita ( atau yang kita ajak bersalaman ) walaupun hanya sebentar. 
            Kontak mata sebagai bagian dari komunikasi nonverbal, memiliki peran besar dalam berkomunikasi. Ada aturan – aturan yang berlaku tentang apa yang kita lihat, dimana kita boleh memandang orang lain dan untuk berapa lama. Kontak mata secara umum dimasukan dalam kategori makna: sedang mencari informasi, menunjukan perhatian dan ketertarikan, mengendalikan interaksi, mengancam, memberikan umpan balik pada saat berbicara maupun mengemukakan sikap.,
            Bentuk – bentuk kontak mata dan makna yang tersirat antara lain adalah: terlalu sering kontak mata bermakna menganggu ketenangan orang lain, komunikasi berlebihan, kurang respek, serta bermakna ancaman; terlalu sedikit kontak mata (mengalihkan kontak mata) bermakna tidak memberi perhatian, tidak sopan, atau pemalu; memalingkan kontak mata dengan menatap ke bawah bermakna tunduh ataupun pasrah.
Memberi senyuman pada saat kontak mata dengan orang yang bersalaman dengan kita juga sangat menunjukkan kita menghormati orang tersebut. Jangan tersenyum tetapi kontak mata kita ditunjukan pada orang di samping orang yang kita ajak bersalaman. Atau bahkan bersalaman dengan pandangan kemana-mana (mungkin sambil mencari tempat duduk atau memperhatikan orang lain). Hal ini sering penulis lihat pada saat menjadi penerima tamu di suatu resepsi. Ibu-ibu sering memberikan tangannya tetapi mata tertuju pada orang lain, bahkan sambil tengak-tengok ke arah lain.
Bahasa tubuh (gesture) pada saat bersalaman juga harus diperhatikan. Berhenti sedetik (bila kita sedang berjalan) untuk berhadapan dengan orang yang kita ajak bersalaman juga bagian dari adab bersalaman. Posisikan tubuh berhadapan dengan orang tersebut, bukan miring. Yang pasti bahasa tubuh kita secara keseluruhan kita ajak untuk bisa menyesuaikan diri sewaktu berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal. (Blepot)
 
Bagaimana dengan Anda?                                                      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar