Senin, 02 Desember 2013

Darah



Langsung ke: navigasi, cari
 a - eritrosit
b - neutrofil
c - eosinofil;
d - limfosit.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).
Daftar isi
[sunting] Darah manusia
Sampel darah
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.
Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.
[sunting] Komposisi
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-
[sunting] Kesehatan
Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah. Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.
Hemofilia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan nyawa.
Leukemia merupakan kanker pada jaringan tubuh pembentuk sel darah putih. Penyakit ini terjadi akibat kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat dan kemudian memakan sel darah putih yang normal.
Pendarahan hebat, baik karena kecelakaan atau bukan (seperti pada operasi), dan juga penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, yang memerlukan transfusi darah. Beberapa negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk transfusi darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah yang sama dengan penyumbang.
Darah juga merupakan salah satu "vektor" dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman biologis.
Dalam berbagai kepentingan diagnosis penyakit, tekanan darah memiliki peranan yang amat penting.
[sunting] Kepercayaan
Karena darah memiliki fungsi penting yang besar terhadap kehidupan, darah dikaitkan dengan beberapa kepercayaan.
  • Umat Kristen percaya bahwa anggur upacara Ekaristi melambangkan darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk menebus dosa manusia.
  • Vampir adalah makhluk fiksi yang dipercayai terus hidup dengan menghisap darah orang yang masih hidup.
  • Agama Islam melarang penganutnya memakan/meminum darah.
  • Dalam teori Abad Pertengahan salah satu dari empat unsur badan, darah dikaitkan dengan unsur api dan riang dan pelahap yang dikenali sebagai mempunyai perwatakan "berdarah".


Darah



Langsung ke: navigasi, cari
 a - eritrosit
b - neutrofil
c - eosinofil;
d - limfosit.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).
Daftar isi
[sunting] Darah manusia
Sampel darah
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.
Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.
[sunting] Komposisi
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-
[sunting] Kesehatan
Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah. Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.
Hemofilia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan nyawa.
Leukemia merupakan kanker pada jaringan tubuh pembentuk sel darah putih. Penyakit ini terjadi akibat kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat dan kemudian memakan sel darah putih yang normal.
Pendarahan hebat, baik karena kecelakaan atau bukan (seperti pada operasi), dan juga penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, yang memerlukan transfusi darah. Beberapa negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk transfusi darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah yang sama dengan penyumbang.
Darah juga merupakan salah satu "vektor" dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman biologis.
Dalam berbagai kepentingan diagnosis penyakit, tekanan darah memiliki peranan yang amat penting.
[sunting] Kepercayaan
Karena darah memiliki fungsi penting yang besar terhadap kehidupan, darah dikaitkan dengan beberapa kepercayaan.
  • Umat Kristen percaya bahwa anggur upacara Ekaristi melambangkan darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk menebus dosa manusia.
  • Vampir adalah makhluk fiksi yang dipercayai terus hidup dengan menghisap darah orang yang masih hidup.
  • Agama Islam melarang penganutnya memakan/meminum darah.
  • Dalam teori Abad Pertengahan salah satu dari empat unsur badan, darah dikaitkan dengan unsur api dan riang dan pelahap yang dikenali sebagai mempunyai perwatakan "berdarah".


Jumat, 29 November 2013

SAR search and Rescue of Indonesia

.
SAR adalah merupakan singkatan dari Search And Rescue, dengan demikian maksud dan tujuan dari misi SAR adalah mencari dan menolong.
Secara spesifik lagi SAR dapat didefinisikan sebagai pengarahan personal dan fasilitas yang tersedia didalam memberikan pertolongan kepada manusia atau sesuatu yang berharga yang berada dalam keadaan celaka atau distress dilokasi yang terisolir.

Dalam Misi SAR, baik struktur organisasinya maupun pola pencariannya, sangat tergantung dari kondisi pada saat keadaan darurat itu berlangsung.
Misalnya, jumlah orang atau personal yang berperan, akan tergantung pada banyaknya tenaga yang dibutuhkan dan fasilitas SAR yang tersedia dilapangan.
Disamping itu masih harus diperhitungkan luas dan kerawanan area Pencarian berdasarkan letak geografisnya.

Pada dasarnya misi SAR itu merupakan bentuk kegiatan insidental yang menyangkut keselamatan jiwa para survivor yang sedang dalam keadaan distress, jadi dalam pelaksanaannya diperlukan adanya suatu system kerja yang tidak hanya sekedar serba cepat, tapi juga perhitungan-perhitungan yang matang dan pengoperasian yang efektif, serta hal-hal lain guna menyelamatkan jiwa sebanyak dan sedini mungkin.

Maka dengan demikian bila hal kesiapan dari suatu perencanaannya bisa berjalan dengan baik, misi itu dapat terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin kesalahan-kesalahan yang akan mengakibatkan keterlambatan penemuan survivor.
Jadi motto dasar dari suatu operasi SAR adalah pergerakan yang cepat dan tepat, cermat, dan cekatan ( 3 C ) serta tanggap saat dalam melakukan misi kegiatan itu.


Dalam kegiatannya belakangan ini misi SAR tidak hanya diikuti oleh personal-personal khusus / sepesialis ataupun propesional di bidangnya, tapi juga diikuti oleh tenaga-tenaga amatir yang pada umumnya dari kalangan kelompok Pencinta Alam atau Pendaki Gunung yang datang secara sukarela untuk menyumbangkan tenaganya walaupun niat tulus itu tanpa didasari oleh pengetahuan SAR yang mendasar.

Sekarang dapat kita lihat frekuensi operasi-operasi SAR yang pernah dilaksanakan.
Dari seluruh operasi SAR tersebut satu hal yang sangat menarik perhatian adalah adanya partisipasi yang spontan diberikan oleh para penggiat kegiatan di alam terbuka yang turut aktif dalam setiap kegiatan SAR atau misi kemanusiann lainnya seperti penanggulangan bencana alam dsb.

Dalam kebersamaan beraktivitas didalam misi kemanusiaan saat itu dan atas rasa kemanusiaan serta kesetiakawanan dan juga tanggung jawab moral, tanpa disadari tumbuh semacam kode etik untuk saling bahu-membahu dalam menolong sesama yang sedang mengalami musibah itu.

Di mana untuk hal tersebut tentunya sangat menggembirakan, namun juga, sangat disayangkan karena kebanyakan inisiatif niat tulus dari para penggiat kegiatan di alam terbuka ( Pencinta alam / pendaki gunung ) itu tidak selalu memberikan hasil yang maksimal.

Hal seperti itu mungkin karena disebabkan adanya suatu keterbatasan kurangnya wawasan pengetahuan dan persepsi tentang SAR itu sendiri dari personal yang terlibat.
Dan masih banyak yang kita ketahui tentang kelemahan dan kekurangan yang diketahui dilapangan, dimana personal tim yang tergabung didalam misi SAR itu masih banyak yang tidak menguasai teknik peta – kompas Gunung Hutan dan skill lainnya yang seharusnya dikuasai oleh seorang personil SAR.

Minggu, 03 November 2013

SURVIVAL



    Setiap pendakian atau berpetualang di alam bebas yang akan di lakukan sebelum berangkat segala sesuatunya harus di persiapkan dengan benar benar matang. Banyak kejadian para pendaki kesulitan dalam perjalanan pendakiannya bahkan tidak jarang kita mengetahui dari media masa tidak sedikit pendaki tersesat dan kehilangan arah hingga meninggal dunia. Mendaki gunung atau hidup di alam bebas memerlukan mental dan fisik yang tangguh serta pengetahuan dan ketrampilan, salah satunya adalah survival.
Survival berasal dari kata survive yang artinya menyelamatkan diri, sedangkan yang di maksut survival dalam arti yang luas adalah kelangsungan hidup seseorang, di mana seseorang itu tidak mendapat (menerima) fasilitas (pelayanan) yang sempurna (semestinya) secara teratur karena adanya pengaruh atau masalah yang timbul pada waktu itu. Dengan semestinya kelangsungan hidup seseorang itu sangat tergantung pada kemampuan dirinya sendiri untuk mempertahankan keselamatan hidupnya. Secara umum survival di artikan sebagai kemampuan mempertahankan diri dalam keadaan darurat atau kritis, dalam bersurvival ini jelas kemampuan mempertahankan diri tergantung pada sikap mental, pengetahuan dan keterampilan. Kebutuhan karena adanya survival adalah di sebabkan kesulitan kesulitan keadaan alam (cuaca), keadaan makluk hidup di sekitar (binatang dan tumbuhan), keadaan diri sendiri (mental, fisik dan kesehatan).
Arti survival dalam buku komando para SURVIVAL :
  • S : Sadarilah sungguh sungguh situasimu
  • U : Untuk malang tergantung ketenanganmu
  • R : Rasa takut dan panik harus kamu kuasai
  • V : Vakum (kosong) isilah dengan segera
  • I : Ingatlah selalu di mana kamu berada
  • V : Viva (hidup) tetap hargailah dia
  • A : Adat istiadat setempat patut ditiru
  • L : Latihlah dirimu dan belajarlah selalu
Dalam keadaan darurat atau kritis yang salah satunya adalah tersesat dan kehilangan arah maka lakukan tindakan STOP :
  • S : Stop and seating (berhenti dan duduklah setenang mungkin)
  • T : Thingking (berfikirlah)
  • O : Observe (amati keadaan sekitar dengan seksama)
  • P : Planning (buat rencana yang harus di lakukan segera mungkin)
Faktor faoktor utama dalam survival adalah memanfaatkan peralatan yang kita bawa dan yang tersedia di alam, tali temali, menguasai tanda tanda alam, P3K. Sedangkan teknik survival meliputi Air, makanan, bivak dan membuat tanda tanda komunikasi untuk meminta pertolongan.
Air dan makan
Dalam keadaan survival air adalah faktor yang paling pokok karena fisik akan lemah jika kekurangan air. Dalam hutan tropis air yang akan di minum langsung dapat di bedakan dengan melihat tidak berwarna, tidak berasa.
·        Air yang langsung dapat di minum seperti tampungan air hujan dan air yang ada dalam tanaman (misalnya dalam tanaman rambat). Air yang ada pada tanaman yaitu yang berbatang lunak  seperti pohon  randu, rotan muda, bambu yang masih muda, pelepah enau, pelepah nipah, pohon pisang dan bunga kantung semar.
·        Air yang harus di murnikan dahulu contohnya air sungai yang tergenang dan sunagai besar, air yang di dapat dari menggali pasir dan yang berasal dari tanah. Tanah yang mengandung kapur memiliki banyak mata air karena kapur dapat di larutkan sehingga mudah di bentuk saluran air. Di tanah bebatuan pada daerah granit carilah bukit yang berumput paling hijau kemudian gali dasarnya yang tumbuh rumputnya paling hijau.Di tanah gembur air mudah di dapat dengan mencari daerah lembah karena air dekat dengan permukaan tanah. Di tanah yang tandus kita bisa memperhatikan arah terbang burung dang hinggap, di mana kemungkinan kita akan mendapatkan air dan beberapa tumbuhan tertentu dapat menentukan tempat air. Jika tidak mendapatkan air jalan terakhir dengan mengumpulkan embun.
·        Perbekalan makan jika semakin berkurang hingga kehabisan di perjalanan. Kita dapat memperolah makanan dari flora (tumbuhan) seperti akar (umbi), daun, buah, batang tumbuhan juga fauna (hewan). Jika ragu ragu dalam mengenal tumbuh tumbuhan dengan pasti maka yang perlu di lakukan terlebih dahulu adalah : Menghindari tumbuhan yang berwarna mencolok, mencoba dengan mencicipi atau dengan mengoleskan pada kulit tunggu beberapa menit jika terasa gatal dan panas sebaiknya jangan di makan, namun demikian semua tergantung pada fisik sesorang yang mencoba. Jangan makan satu jenis tumbuhan terlalu banyak usahakan memakan tumbuhan yang lainnya  sedikit sedikit. Yang mudah untuk mendeteksi tumbuhan tumbuhan adalah dengan memperhatikan sekitar tumbuhan itu adakah jejak hewan seperti gigitan rengutan pada tumbuhan itu. Bila ada indicator ini maka tumbuhan itu dapat di makan. Pada prinsipnya mengetahui tumbuhan yang dapat di makan bila kita kenal atau atas petunjuk penduduk setempat dan tumbuhan yang di makan binatang khususnya binatang menyusui dan binatang kera.
·        Fauna (hewan). Sama juga dengan tumbuhan, tergantung pada diri kita suka atau jijik. Beberapa hewan yang dapat di makan :

• Belalang
• Jangkrik
• Tempayak putih (gendon)
• Cacing
•Jenis burung
• Laron
• Lebah , larva, madu
• Siput
• Kadal bagian belakang dan ekor
• Katak hijau
• Ular potonglah sejengkal dari arah kepala dan ekor gunanya untuk menghindar dari bisa
• Binatang besar lainnya
 
Binatang yang tidak bisa di makan :
• Mengandung bisa lipan dan kalajengking
•Mengandung racun penyu laut
• Mengandung bau yang khas sigung
Bivak (bivouac)
Adalah berkemah merupakan keterampilan yang harus di miliki karena bermalam di alam bebas dengan membuat bivak  bertujuan untuk melindungi diri dari faktor alam seperti panas, hujan, angin. Membuat bivak dapat dengan peralatan yang kita bawa atau bahan yang tersedia di alam. Sebelum membuat bivak yang harus di perhatikan pilih lokasi jangan di tempat becek (banjir), jalan air di waktu hujan, hindari lokasi yang berangin keras dan di pinggir tebing yang mudah longsor.
  • Bahan yang kita bawa antara lain ponco, jas hujan, plastik lembaran, ransel, tali, golok, matras.
  • Bahan yang tersedia di alam adalah daun daunan, pohon yang utuh atau tumbang, gua dan celah celah bebatuan.

“ Orang memandang sesuatu di anggap penting atau tidak tergantung pertimbangan dan kebutuhan dan semua itu bisa juga karena keadaan “
NASIB MEMANG ADA DI TANGAN TUHAN NAMUN DEMIKIAN KITA SEBAIKNYA BERUSAHA UNTUK MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TEKNIK HIDUP DI ALAM BEBAS AGAR KITA TIDAK MENJADI KORBAN SIA SIA

Penyakit Gunung Yang Mematikan

   Hipotermia, di Indonesia adalah kematian akibat kecelakaan di gunung kebanyakan di akibatkan karena eksposur (kehilangan panas badan), di antaranya yang terpenting adalah hipotermia atau menurunya suhu tubuh. Masalah yang timbul bukan karena udara yang terlalu dingin tetapi karena si penderita itu pakain dan badannya basah terkena air hujan. Pakaian yang basah mengurangi nilai insulasi (kemampuan untuk menahan panas badan) sampai 90%. Daya tahan tubuh yang tidak bagus dan perlengkapan perbekalan yang kurang mengakibatkan suhu tubuh terus menurun hingga akhirnya mengakibatkan kematian.

Badan menjaga panas pada tubuh, agar suhu tubuh tetap normal dengan beberapa hal :
  1. Melalui pencernaan makanan. Makanan yang masuk kedalam tubuh akan menghasilakan panas tubuh melalui oksida dan ini terpenting bagi tubuh ketika sedang Beristirahat atau tidur. Pada saat itulah tubuh mengalami metabolisme dan Menghasilkan energi minimal yang di perlukan manusia. Panas yang di hasilkan dari Pencernaan makanan ini akan di hasilkan lebih banyak lagi oleh tubuh ketika sedang Bergerak dalam aktivitas gerak tubuh atau badan.
  2. Panas juga bisa di peroleh dari luar badan itu sendiri, yaitu degan memasukkan Makanan dan ninuman panas atau hangat, sinar matahari, api atau panas tubuh orang Lain.
  3. Melalui aktivitas otot yaitu dengan gerakan tubuh dan menggigil. Menggigil adalah Gerak yang timbul sebagai reaksi akibat kedinginan dan ini menghasilkan panas yang Setara dengan gerakan lari lari kecil atau kalori dari dua batang coklat ukuran sedang Yang di makan setiap jam.
  4. Reaksi alamiah yang lainnya dari tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh adalah penyempitan pembuluh pembuluh darah pada kulit. Penyempitan ini mengurangi peredaran darah pada lapisan kulit sehingga menjaga darah agar tetap dekat dengan jantung. Sebaliknya tubuh dapat pula kehilangan panas dengan beberapa cara. Setiap kali kita bernafas mengeluarkan udara panas dan ini berarti hilangnya panas dari tubuh. Hal ini tentunya tidak bisa di hindari. Penguapan keringat dari kulit dan paru paru merupakan penyumbang terbesar dari hilangnya panas badan. Namun demikian hal ini tidak bisa di hindari pula tetapi jumlah penguapan itu bisa di kendalikan dengan menggunakan pakaian yang tidak menyerap air tetapi uapnya masih dapat keluar. Panas tubuh dapat menghilang karena konduksi, misalnya pendaki yang kebasahan akibat hujan akan kehilangan sejumlah besar panas tubuh dengan cepat. Selain itu panas tubuh juga menghilang dari bagian bagian tubuh yang tidak tertutup dari udara dingin, terutama pada kepala, leher dan tangan.
Berikut ini adalah gejala gejala Hipotermia :

Suhu badan (Celsius)
Gejala gejala
37
Adalah suhu normal
36 - 35
Menggigil dengan disertai bulu roma berdiri, namun masih bisa terkendali. Mempengaruhi gerak langkah menjadi lamban dan koordinasi tubuh mulai terganggu.
35
Menggigil hingga tidak terkendali
35 - 33
Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh mulai kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara kasar (dipaksakan untuk keras)
33
Tubuh semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun
32 - 29
Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak sentak, biji mata mulai membesar.
29 - 28
Otot menjadi kaku, biji mata membesar, denyut nadi melemah dan tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit tubuh kebiru biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar
27
Pingsan dan biji mata tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan tampak seperti telah meningal
26
Koma yang sangat darurat, suhu tubuh mulai menurun dengan cepat sekali
20
Denyut jantung berhenti




























Bila kita melihat tanda tanda Hipotermia, beberapa hal yang perlu di lakukan untuk menanggulanginya :
  1. Jangan biarkan orang yang terkena hipotermia tidur, karena hal ini dapat membuatnya kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu lagi menggangatkan badannnya sendiri. Menggigil adalah usaha secara biologis dari badan untuk tetap hangat, karena itu usahakan untuk tidak tidur.
  2. Berilah minuman hangat dan manis kepada si penderita hipotermia.
  3. Bila baju yang di pakai basah segera mungkin gantilah dengan baju yang kering.
  4. Usahakan untukmencari tempat yang aman dari hembusan angina, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung lainnya.
  5. Jangan baringkan si penderita di tanah dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat.
  6. Masukkanlah si penderita ke dalam kantong tidur. Usahakan agar kantong tidur tersebut di hangatkan terlebih dahulu ke dalam kantong tidur tersebut. Ingat, memasukkan penderita hipotermia ke dalam kantong tidur yang dingin tidak akan memadai karena badan si penderita tidak akan dapat lagi menghasilkan panas yang mampu menghangatkan kantong tidur tersebut.
  7. Letakkan yang di isi dengan air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantong tidur.
  8. Bila kantong tidur cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat membantu si penderita secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Kalau mungkin, dua orang masih sehat masuk ke dalam kantong tidur rangkap dua, kemudian si penderita di selipkan di tengah tengahnya.
  9. Kalau dapat buatlah perapian di kedua sisi si penderita.
  10. Segera setelah si penderita sadar berikanlah makanan dan minuman manis, karena hidrat arang merupakan bahan baker yang cepat sekali menghasilan panas dan energi.
Usaha pencegahan

 Persiapan, perlengkapan, perbekalan, pengetahuan, keterampilan, fisik dan mental adalah usaha untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan di gunung. Usaha lain untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan adala memberitahukan segera rencana pendakian kita secara rinci kepada orang lain, misalnya kepada tema atau kepada organisasi perkumpulan. Bila ada perubahan rencana di tengah perjalanan usahakanlah agar memberitahukan dengan segala cara, misalnya dengan menuliskan pada secarik kertas yang di masukkan ke plastik transparan yang di tempelkan pada pohon di jalan setapak yang di lalaui oleh para pendaki, atau memberitahukan kepada orang lain yang di temui di tengah perjalanan.

Sebelum melakukan pendakian ada baiknya melaporka diri kepada masayarakat setempat atau yang sudah ada yaitu pos pendakian gunung. Ini bukan saja menyangkut sopan santun tetapi juga usaha untuk menyampaikan informasi terakhir mengenai rencana pendakian kita. Bila terjadi apa apa masyarakat setempat sudah siap dan dapat mengetahui kemungkinan kemungkinan yang terjadi terhadap kita. Jelas ini akan memudahkan orang orang dan tim SAR yang akan menolong kita seandainya terjadi kecelakaan atau tersesat di perjalanan pendakian gunung.

Daftar Perlengkapan Mendaki Gunung

A. Perlengkapan Utama
1. Sepatu dan kaus kaki.
2. Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
3. One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
4. Senter dan batere dan bolam ekstra.
5. Ponco atau raincoat.
6. Matras.
7. Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
8. Topi rimba.
9. Tempat minum atau veples.
10. Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
11. Obat-obatan pribadi (P3K set).
12. Pisau saku.
13. Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).
 14. Nesting dan sendok dan cangkir.
15. Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
16. Survival Kit).
17. Peta dan kompas.
18. Altimeter (kalau punya).
19. Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
20. Parang tebas dan batu asah.
21. Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
22. Sandal jepit.
23. Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
24. Kaus tangan.
25. Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
26. Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.

B. Pakaian
1. Pakaian dalam.
2. Celana pendek.
3. Celana panjang.
4. Kaos/t-shirt.
5. Sweater atau parka.
6. Jaket (tahan air).
7. Sarung.
8. Kerpus atau balaclava.
9. Scarf atau slayer.
10. Hem lengan panjang.
11. Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
12. Kaus tangan.
13. Jas hujan (raincoat atau ponco).

C. First Aid Kit
1. Betadine.
2. Kapas.
3. Kain kassa.
4. Perban.
5. Rivanol.
6. Alkohol 70%.
7. Obat alergi: CTM.
8. Obat maag.
9. Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
10. Parasetamol.
11. Antalgin.
12. Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
13. Obat keracunan: Norit.
14. Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
15. Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).



D. Survival Kit
1. Kaca cermin.
2. Peniti.
3. Jarum jahit.
4. Benang nilon.
5. Mata pancing dan senar pancing.
6. Silet atau cutter.
7. Korek api dalam wadah water proof dan lilin.







E. Lain-Lain
1. KTP atau Kartu Pelajar
2. Uang
3. Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.
4. Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
5. Radio kecil dan batere cadangan.
6. Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).
7. Harmonika.
8. Buku puisi Chairil Anwar.
9. Buku puisi Khalil Gibran.

KADIV MOUNTENERING BLEPOOT dan KAZIEM 2013/14

Minggu, 20 Oktober 2013

MANAJEMEN PERJALANAN

Beberapa hal yang menjadi dasar dalam perencanaan perjalanan.

1. Kenalilah setiap bagian dari wilayah serta medan yang akan kita lalui. Panjang dari route dan bagian-bagian dari route tersebut, bagaimana keadaan umumnya, apakah terdiri dari medan yang berbatu, rawa-rawa, semak belukar, hutan rimba belantara atau padang rumput, dll. Kenali pula keadaan iklimnya, temperatur siang hari dan malan hari, angin, hujan, senantiasa berkabut, atau salju dll.

2. Perhatikan maksud dan tujuan perjalanan anda.

apa program program kegiatan anda secara umum dan macam kegiatan apa saja yang akan anda lakukan pada setiap bagian dari route perjalanan anda.

3. Perhatikan lamanya waktu dari perjalanan anda, juga waktu untuk setiap bagian dari route perjalanan.

4. Kadang-kadang ada hal-hal khusus yang dibutuhkan oleh orang-orang yang tertentu, misalnya pipa tembakau, atau hal lain yang khas.

5. Keterbatasan dari kita untuk membawa barang-barang serta perlengkapan tadi sebagai beban.



Dari hal-hal diatas kita dapat mebuat perhitungan-perhitungan, perencanaan untuk membawa, memilih atau bahkan mendesain perlengkapan apa saja yang perlu dipakai dan dibawa sehingga tujuan-tujuan terlaksanan dengan baik. Perlengkapan untuk suatu perjalanan harus selengkap mungkin tetapi juga harus praktis dan seringan mungkin” maximum utility in minimum weight”. Berat badan total sebaiknya tidak melebihi sepertiga berat badan kita, maksimal 15-20 kg. Dan yang perlu pula diperhatikan pertambahan berat beban akibat basah seandainya hujan dsb.


Kegiatan dalam suatu perjalanan

Hal yang umum kita lakukan dalam suatu pengembaraan secara garis besar kita bagi dalam :
Pergerakan atau perpindahan dari suatu titik ke titik lain baik dengan jalan kaki biasa, atau memelukan teknik-teknik yang lebih khusus seperti : pendakian tebing terjal, pendakian tebing es, perjalanan padang salju, ski dan lain-lain.
Kegiatan istirahat temasuk tidur dan lain-lain. Dengan maksud untuk memelihara kondisi tubuh baik fisik maupun mental.
Kegiatan makan dan minum.
Kegiatan kerja khusus (kalau ada), seperti penelitian geologi, pengukuran geodesi, pengumpulan data biologi hutan, dll.
kegiatan harian dasar seperti buang air besar, membersihkan badan dll.
Check list

Perlengkapan untuk perjalanan dialam terbuka memerlukan pemikiran dan perhatian yang sungguh-sungguh. Bangak kesenangan dan kemudahan yang kita peroleh apabila kita menggunakan dan membawa perlengkapan yang tepat. Dan bayak pula kesulitan bahkan bencana bila kita tidak membuat perencanaan yang baik untuk hal ini. Sekali lagi yang terpenting adalah ketelitian serta kemampuan untuk melihat kedepan. Bahkan mengenai makanan tidak hanya gisi dan kalorinya yang harus dipikirkan tapi pengaruhnya pada moril perjalanan. Sampai-sampai harus direncanakan pula daftar serta jadwal dari makanan (menu) dari hari-kehari bila memungkinkan.

Bila perjalanan dalam kelompok, setiap pemimpin kelompok harus memeriksa apakah setiap anggotanya sudah menyiapkan perlengkapan pribadinya masing-masing. Kita harus dapat membagi antara perlengkapan perorangan dengan perlengkapan tim. Harus diperhatikan agar beban yang dibawa setiap orang tidak mewebihi dari batas maksimum.teliti secara terperinci jangan sampai hal-hal yang benar-benar diperlukan tidak terbawa dan jangan sampai juga membawa barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Contoh:

Perlengkapan jalan (Dapat kita perinci satu persatu mulai dari kaki hingga kepala)

Ø Sepatu

Ada banyak macam dan bentuk sepatu, masing-masing mempunyai keistimewaan dan kegunaan tertentu. Bagi kita yang terutama harus diperhatikan adalah syarat-syarat sebagai berikut :

a. mempunyai daya guna yang sesuai dengan maksud atau bentuk perjalanan/track dari route yang dilalui.

b. Sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki.

c. Harus sejauh mungkin menguntungkan si pemakai.

d. Harus kuat untuk pemakaian di medan yang berat.

Tips agar sepatu tetap awet selama kegiatan perjalanan :

- jangan sekali-kali mengeringkan sepatu anda pada panas yang ekstrim, misalnya terlalu dekat dengan api unggun, tungku, lampu, juga pada sinar matahari yang terlampau terik.

- Walaupun sambil dipakai bersihkan sepatu anda dari Lumpur atau kotoran lain yang melekat dengan kaian basah atau semer sepatu.

- Semirlah sepatu anda sewaktu-waktu atau oleslah dengan lemak atau “grease” agar kulitnya tetap lembut dan tidak cepat lapuk.

- Bersihkanlah kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu setiap ada kesempatan.

Ø Kaus kaki

Berbicara masalag sepatu, kurang lengkap kalau tidak membicarakan juga kaus kaki. Kaus kaki dimaksudkan :

a. melindungi kulit kaki dari pergesekan langsung dengan kulit sepatu atau bagian-bagian sepatu yang menimbulkan luka-luka/lecet.

b. Menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas

c. Mengerap keringat

d. Menjaga agar kaki tetap hangat pada daerah-daerah yang sangat dingin.



Ø Geiter/putis/atau lainnya

Geiters/sarung anti pacet biasanya dibuat dari kain tipis yang dipakai setelah kaus kaki setinggi lututyang sebelah atas atau ujung bertali seperti sarung bantal atau sarung guling, manfaatnya sama dengan putis.

Putis terbuat dari kain katun atau wool untuk menjaga otot-otot betis agar tetap fit pada perjalanan panjang. Juga untuk mencegah pasir, pacet masuk kedalam sepatu atau kaus kaki. Pemakaiannya tidak boleh terlalu ketat sehingga mengganggu peredaran darah atau pergerakan otot betis.

Ø Celana Jalan/lapangan

Syarat utama celana jalan adalah : kuat, ringan, tidak mengganggu gerakan kaki, praktis dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Untuk daeah tropis bahan driil yang mengandung katun/cotton tidak terlalu tebal, tahan duri dan tidak membuat “overheat”. Selain itu cukup ringan dan cepat kering (example : PDL Militer atau celana loreng tentara)

Ø Ikat pinggang

Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat,misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya (ring eiger)

Ø Baju jalan/lapangan

Baju lengan panjang lebih efektif untuk menahan goresan-goresan duri, untuk menjaga temperatur tubuh, melindungi tangan dari sengatan serangga berbisa atau nyamuk.

Ø Jaket/ baju luar/ sweater

Ø Scarf, kacu segitiga lebar

Dapat digunakan sebagai pembalit luka, menghapus keringat, tutup kepala dan lain lain.

Ø Pelindung kepala (topi, helmet atau kupluk)

Perlengkapan ini melindungi dan memberikan kehangatan di bagian kepala, pemakaiannya disesuaikan dengan medan yang akan dilalui.

Ø Jas hujan/ponco



Perlengkapan Tidur.

Ø Satu set pakaian tidur

Ø Kaus kaki untuk tidur

Ø Sleeping Back/Sleeping mat/Selimut/Kelambu

Ø Penutup kepala

Ø Tenda/tenda gantung

Ø Sarung tangan

Sarung tangan dari kulit kuat tetapi lembut baik untuk dipakai didaerah-daerah tropis yang banyak semak-semak berduri, untuk daerah dingin sarung tangan digunakan untuk menahan dingin pada bagian tangan juga untuk rapelling dan lain-lain keperluan.



Perlengkapan masak/makan

Ø Alat masak lapangan lengkap

Ø Alat makan

Ø Alat pembuat api (kompor gas, spiritus, paravin, lilin, dll)

Ø Kantung air/alat pemurni air, dll.

Alat Bantu perlengkapan jalan.

Ø Peta

Ø Kompas

Kompas adalah partner anda yang sangat penting dalam perjalanan atau pengembaraan, harus baik kuat dan praktis. Letakkan kopas pada tempat yang aman tetapi mudah dijangkau sewaktu-waktu diperlukan.

Ø Pisau pinggang,pisau saku serba guna (Multi Blade)dan golok tebas

Spesifikasi pisau dan golok lapangan :

a. terbuat dari bahan yang dapat dipercaya, tajam dan tidak mudah patah.

b. Desain dan ukurannya harus benar-benar enak dipegang dan enak dipakai.

c. Sarungnya aman dan enak jatuhnya.

d. Selalu tetap terpelihara.

Merk pisau PUMA, GERBER, HANTER,dan golok BUSH HAWKER, BOLO, MACHETE masuk spesifikasi golok lapangan.

Ø Jam tangan

Ø Water canteen

Ø P3K + Snack Bite Kit

Ø Sarung tangan

Ø Flash light + baterai dan lampu cadangan

Ø Pluit

Perlengkapan pribadi lainnya

Ø Jarum benang

Ø Kancing

Ø Tali sepatu cadangan, semir dan sikat sepatu

Semir sepatu dimaksudkan untuk menjaga agar kulit sepatu tetap lembut dan tidak patah atau retak-retak. Juga untuk menjaga agar benang jahitan sepatu tetap kuat. Sebagai pengganti semir dapat menggunakan campuran bawang merah dengan minyak kelapa untuk menjaga dan memelihara sepatu dan kulitnya (kulit kaki). Campuran ini dikenal dengan nama minyak komando.

Ø Handuk, sikat gigi, sabun, celan lapangan.

Ø Surat-surat perjalanan, surat cinta, banko surat wasiat, dll.

Ø Alat tulis menulis, alat dokumentasi.


Ransel

Ransel ini sangat penting dalam kegiatan alam terbuka beberapa hal yang harus dipenuhi adalah:

- Ringan: Ransel sejauh mungkin tidak merupakan bahan bobot yang berlebihan terbuiat dari bahan yang “water Proof” sehingga kalau hujan tidak bertambah berat dan cukup melindungi isi dari ransel walaupun tetap harus diberi perlidungan ekstra dengan jalan menggunakan kantong-kantong plastik untuk mrlindungi perlengkapan yang peka seperti pakaian tidur, alat tulis, makanan ringan dan lain-lain.

- Kuat: Harus mampu membawa beban kita dengan aman, berdaya tahan tinggi, tidak mudah robek, jahitannya tidak mudah lepas sipernya cukup kokoh dan seterusnya.

- Sesuai denagn kebutuhan dan keadaan medan:

o Volumenya harus memadai untuk beban/perlengkapan yang kita bawa

o Disainnya harus sejauh mungkin sesuai dengan keadaan medan yang akan kita tempuh, jangan sampai komponen ransel mengganggu kebebasan gerak sipembawa pada medan-medan tertentu.

- Compfortable (nyaman dipakai):,Misalnya untuk ransel Carriel atu pembawa barang besar dan berat mungkin “Frame” perlu agar berat beban merata keseluruh keseimbangan tubuh. Frame ini juga membuat nyaman karena adanya fentilasi antara punggung dengan ransel. Bagi ransel yang tidak mengguinakan frame atau yang frame didalam (internal frame), mungkin perlu ditambahkan bahan yang menyeraaap keringan dibagian yang bersetuhan dengan punggung. Tali pentyangdang ransel harus cukup lebar dan empuk serta mudah distell, juga hip belt untuk mengatur agar rangsel menempel dengan baik ketubuh sertta membantu pembagian berat keseimbangan.

- Praktis: Kantung-kantung tambahan atau pembagian ruangnnya memudahkan kita mengambil barang-barang tertentu, mudah dilepas.


Mengusun perlengkapan kedalam carrier

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengepakan atau packing perlengkapan ke dalam carrier :

Ø Tempatkanlah barang-barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin ke badan anda. Barang-barang yang lebih ringan seperti pakaian tidur, makanan kering, sleeping bag dan seterusnya tempatkan pada bagian bawah.

Ø Letakkanlag barang-barang kecil yang diperlukan sewaktu-waktu pada kantung-kantung luar ransel anda atau pada bagian yang paling atas. Yakinkanlah bahwa perlengkapan PPPK,makanan untuk sarapan, ponco dan sebagainya terletak pada bagian yang mudah untuk segera diambil.

Ø Kelompokkanlah barang-barang anda dan masukkan ke dalam plastik/kantung yang tidak tembus air dan kuat.

Untuk kegiatan kelompok/tim perlu ada pembagian tugas untuk membagi-bagi perlengkapan agar berat beban yang dibawa oleh setiap anggota tim terbagi rata.



manajemen perjalanan, essays manajemen perjalanan, manajemen perjalanan, manajemen perjalanan, manajemen perjalanan paper, manajemen perjalanan case, manajemen perjalanan tours