Minggu, 03 November 2013

Penyakit Gunung Yang Mematikan

   Hipotermia, di Indonesia adalah kematian akibat kecelakaan di gunung kebanyakan di akibatkan karena eksposur (kehilangan panas badan), di antaranya yang terpenting adalah hipotermia atau menurunya suhu tubuh. Masalah yang timbul bukan karena udara yang terlalu dingin tetapi karena si penderita itu pakain dan badannya basah terkena air hujan. Pakaian yang basah mengurangi nilai insulasi (kemampuan untuk menahan panas badan) sampai 90%. Daya tahan tubuh yang tidak bagus dan perlengkapan perbekalan yang kurang mengakibatkan suhu tubuh terus menurun hingga akhirnya mengakibatkan kematian.

Badan menjaga panas pada tubuh, agar suhu tubuh tetap normal dengan beberapa hal :
  1. Melalui pencernaan makanan. Makanan yang masuk kedalam tubuh akan menghasilakan panas tubuh melalui oksida dan ini terpenting bagi tubuh ketika sedang Beristirahat atau tidur. Pada saat itulah tubuh mengalami metabolisme dan Menghasilkan energi minimal yang di perlukan manusia. Panas yang di hasilkan dari Pencernaan makanan ini akan di hasilkan lebih banyak lagi oleh tubuh ketika sedang Bergerak dalam aktivitas gerak tubuh atau badan.
  2. Panas juga bisa di peroleh dari luar badan itu sendiri, yaitu degan memasukkan Makanan dan ninuman panas atau hangat, sinar matahari, api atau panas tubuh orang Lain.
  3. Melalui aktivitas otot yaitu dengan gerakan tubuh dan menggigil. Menggigil adalah Gerak yang timbul sebagai reaksi akibat kedinginan dan ini menghasilkan panas yang Setara dengan gerakan lari lari kecil atau kalori dari dua batang coklat ukuran sedang Yang di makan setiap jam.
  4. Reaksi alamiah yang lainnya dari tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh adalah penyempitan pembuluh pembuluh darah pada kulit. Penyempitan ini mengurangi peredaran darah pada lapisan kulit sehingga menjaga darah agar tetap dekat dengan jantung. Sebaliknya tubuh dapat pula kehilangan panas dengan beberapa cara. Setiap kali kita bernafas mengeluarkan udara panas dan ini berarti hilangnya panas dari tubuh. Hal ini tentunya tidak bisa di hindari. Penguapan keringat dari kulit dan paru paru merupakan penyumbang terbesar dari hilangnya panas badan. Namun demikian hal ini tidak bisa di hindari pula tetapi jumlah penguapan itu bisa di kendalikan dengan menggunakan pakaian yang tidak menyerap air tetapi uapnya masih dapat keluar. Panas tubuh dapat menghilang karena konduksi, misalnya pendaki yang kebasahan akibat hujan akan kehilangan sejumlah besar panas tubuh dengan cepat. Selain itu panas tubuh juga menghilang dari bagian bagian tubuh yang tidak tertutup dari udara dingin, terutama pada kepala, leher dan tangan.
Berikut ini adalah gejala gejala Hipotermia :

Suhu badan (Celsius)
Gejala gejala
37
Adalah suhu normal
36 - 35
Menggigil dengan disertai bulu roma berdiri, namun masih bisa terkendali. Mempengaruhi gerak langkah menjadi lamban dan koordinasi tubuh mulai terganggu.
35
Menggigil hingga tidak terkendali
35 - 33
Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh mulai kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara kasar (dipaksakan untuk keras)
33
Tubuh semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun
32 - 29
Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak sentak, biji mata mulai membesar.
29 - 28
Otot menjadi kaku, biji mata membesar, denyut nadi melemah dan tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit tubuh kebiru biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar
27
Pingsan dan biji mata tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan tampak seperti telah meningal
26
Koma yang sangat darurat, suhu tubuh mulai menurun dengan cepat sekali
20
Denyut jantung berhenti




























Bila kita melihat tanda tanda Hipotermia, beberapa hal yang perlu di lakukan untuk menanggulanginya :
  1. Jangan biarkan orang yang terkena hipotermia tidur, karena hal ini dapat membuatnya kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu lagi menggangatkan badannnya sendiri. Menggigil adalah usaha secara biologis dari badan untuk tetap hangat, karena itu usahakan untuk tidak tidur.
  2. Berilah minuman hangat dan manis kepada si penderita hipotermia.
  3. Bila baju yang di pakai basah segera mungkin gantilah dengan baju yang kering.
  4. Usahakan untukmencari tempat yang aman dari hembusan angina, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung lainnya.
  5. Jangan baringkan si penderita di tanah dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat.
  6. Masukkanlah si penderita ke dalam kantong tidur. Usahakan agar kantong tidur tersebut di hangatkan terlebih dahulu ke dalam kantong tidur tersebut. Ingat, memasukkan penderita hipotermia ke dalam kantong tidur yang dingin tidak akan memadai karena badan si penderita tidak akan dapat lagi menghasilkan panas yang mampu menghangatkan kantong tidur tersebut.
  7. Letakkan yang di isi dengan air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantong tidur.
  8. Bila kantong tidur cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat membantu si penderita secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Kalau mungkin, dua orang masih sehat masuk ke dalam kantong tidur rangkap dua, kemudian si penderita di selipkan di tengah tengahnya.
  9. Kalau dapat buatlah perapian di kedua sisi si penderita.
  10. Segera setelah si penderita sadar berikanlah makanan dan minuman manis, karena hidrat arang merupakan bahan baker yang cepat sekali menghasilan panas dan energi.
Usaha pencegahan

 Persiapan, perlengkapan, perbekalan, pengetahuan, keterampilan, fisik dan mental adalah usaha untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan di gunung. Usaha lain untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan adala memberitahukan segera rencana pendakian kita secara rinci kepada orang lain, misalnya kepada tema atau kepada organisasi perkumpulan. Bila ada perubahan rencana di tengah perjalanan usahakanlah agar memberitahukan dengan segala cara, misalnya dengan menuliskan pada secarik kertas yang di masukkan ke plastik transparan yang di tempelkan pada pohon di jalan setapak yang di lalaui oleh para pendaki, atau memberitahukan kepada orang lain yang di temui di tengah perjalanan.

Sebelum melakukan pendakian ada baiknya melaporka diri kepada masayarakat setempat atau yang sudah ada yaitu pos pendakian gunung. Ini bukan saja menyangkut sopan santun tetapi juga usaha untuk menyampaikan informasi terakhir mengenai rencana pendakian kita. Bila terjadi apa apa masyarakat setempat sudah siap dan dapat mengetahui kemungkinan kemungkinan yang terjadi terhadap kita. Jelas ini akan memudahkan orang orang dan tim SAR yang akan menolong kita seandainya terjadi kecelakaan atau tersesat di perjalanan pendakian gunung.

Daftar Perlengkapan Mendaki Gunung

A. Perlengkapan Utama
1. Sepatu dan kaus kaki.
2. Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
3. One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
4. Senter dan batere dan bolam ekstra.
5. Ponco atau raincoat.
6. Matras.
7. Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
8. Topi rimba.
9. Tempat minum atau veples.
10. Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
11. Obat-obatan pribadi (P3K set).
12. Pisau saku.
13. Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).
 14. Nesting dan sendok dan cangkir.
15. Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
16. Survival Kit).
17. Peta dan kompas.
18. Altimeter (kalau punya).
19. Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
20. Parang tebas dan batu asah.
21. Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
22. Sandal jepit.
23. Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
24. Kaus tangan.
25. Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
26. Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.

B. Pakaian
1. Pakaian dalam.
2. Celana pendek.
3. Celana panjang.
4. Kaos/t-shirt.
5. Sweater atau parka.
6. Jaket (tahan air).
7. Sarung.
8. Kerpus atau balaclava.
9. Scarf atau slayer.
10. Hem lengan panjang.
11. Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
12. Kaus tangan.
13. Jas hujan (raincoat atau ponco).

C. First Aid Kit
1. Betadine.
2. Kapas.
3. Kain kassa.
4. Perban.
5. Rivanol.
6. Alkohol 70%.
7. Obat alergi: CTM.
8. Obat maag.
9. Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
10. Parasetamol.
11. Antalgin.
12. Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
13. Obat keracunan: Norit.
14. Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
15. Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).



D. Survival Kit
1. Kaca cermin.
2. Peniti.
3. Jarum jahit.
4. Benang nilon.
5. Mata pancing dan senar pancing.
6. Silet atau cutter.
7. Korek api dalam wadah water proof dan lilin.







E. Lain-Lain
1. KTP atau Kartu Pelajar
2. Uang
3. Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.
4. Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
5. Radio kecil dan batere cadangan.
6. Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).
7. Harmonika.
8. Buku puisi Chairil Anwar.
9. Buku puisi Khalil Gibran.

KADIV MOUNTENERING BLEPOOT dan KAZIEM 2013/14

Minggu, 20 Oktober 2013

MANAJEMEN PERJALANAN

Beberapa hal yang menjadi dasar dalam perencanaan perjalanan.

1. Kenalilah setiap bagian dari wilayah serta medan yang akan kita lalui. Panjang dari route dan bagian-bagian dari route tersebut, bagaimana keadaan umumnya, apakah terdiri dari medan yang berbatu, rawa-rawa, semak belukar, hutan rimba belantara atau padang rumput, dll. Kenali pula keadaan iklimnya, temperatur siang hari dan malan hari, angin, hujan, senantiasa berkabut, atau salju dll.

2. Perhatikan maksud dan tujuan perjalanan anda.

apa program program kegiatan anda secara umum dan macam kegiatan apa saja yang akan anda lakukan pada setiap bagian dari route perjalanan anda.

3. Perhatikan lamanya waktu dari perjalanan anda, juga waktu untuk setiap bagian dari route perjalanan.

4. Kadang-kadang ada hal-hal khusus yang dibutuhkan oleh orang-orang yang tertentu, misalnya pipa tembakau, atau hal lain yang khas.

5. Keterbatasan dari kita untuk membawa barang-barang serta perlengkapan tadi sebagai beban.



Dari hal-hal diatas kita dapat mebuat perhitungan-perhitungan, perencanaan untuk membawa, memilih atau bahkan mendesain perlengkapan apa saja yang perlu dipakai dan dibawa sehingga tujuan-tujuan terlaksanan dengan baik. Perlengkapan untuk suatu perjalanan harus selengkap mungkin tetapi juga harus praktis dan seringan mungkin” maximum utility in minimum weight”. Berat badan total sebaiknya tidak melebihi sepertiga berat badan kita, maksimal 15-20 kg. Dan yang perlu pula diperhatikan pertambahan berat beban akibat basah seandainya hujan dsb.


Kegiatan dalam suatu perjalanan

Hal yang umum kita lakukan dalam suatu pengembaraan secara garis besar kita bagi dalam :
Pergerakan atau perpindahan dari suatu titik ke titik lain baik dengan jalan kaki biasa, atau memelukan teknik-teknik yang lebih khusus seperti : pendakian tebing terjal, pendakian tebing es, perjalanan padang salju, ski dan lain-lain.
Kegiatan istirahat temasuk tidur dan lain-lain. Dengan maksud untuk memelihara kondisi tubuh baik fisik maupun mental.
Kegiatan makan dan minum.
Kegiatan kerja khusus (kalau ada), seperti penelitian geologi, pengukuran geodesi, pengumpulan data biologi hutan, dll.
kegiatan harian dasar seperti buang air besar, membersihkan badan dll.
Check list

Perlengkapan untuk perjalanan dialam terbuka memerlukan pemikiran dan perhatian yang sungguh-sungguh. Bangak kesenangan dan kemudahan yang kita peroleh apabila kita menggunakan dan membawa perlengkapan yang tepat. Dan bayak pula kesulitan bahkan bencana bila kita tidak membuat perencanaan yang baik untuk hal ini. Sekali lagi yang terpenting adalah ketelitian serta kemampuan untuk melihat kedepan. Bahkan mengenai makanan tidak hanya gisi dan kalorinya yang harus dipikirkan tapi pengaruhnya pada moril perjalanan. Sampai-sampai harus direncanakan pula daftar serta jadwal dari makanan (menu) dari hari-kehari bila memungkinkan.

Bila perjalanan dalam kelompok, setiap pemimpin kelompok harus memeriksa apakah setiap anggotanya sudah menyiapkan perlengkapan pribadinya masing-masing. Kita harus dapat membagi antara perlengkapan perorangan dengan perlengkapan tim. Harus diperhatikan agar beban yang dibawa setiap orang tidak mewebihi dari batas maksimum.teliti secara terperinci jangan sampai hal-hal yang benar-benar diperlukan tidak terbawa dan jangan sampai juga membawa barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Contoh:

Perlengkapan jalan (Dapat kita perinci satu persatu mulai dari kaki hingga kepala)

Ø Sepatu

Ada banyak macam dan bentuk sepatu, masing-masing mempunyai keistimewaan dan kegunaan tertentu. Bagi kita yang terutama harus diperhatikan adalah syarat-syarat sebagai berikut :

a. mempunyai daya guna yang sesuai dengan maksud atau bentuk perjalanan/track dari route yang dilalui.

b. Sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki.

c. Harus sejauh mungkin menguntungkan si pemakai.

d. Harus kuat untuk pemakaian di medan yang berat.

Tips agar sepatu tetap awet selama kegiatan perjalanan :

- jangan sekali-kali mengeringkan sepatu anda pada panas yang ekstrim, misalnya terlalu dekat dengan api unggun, tungku, lampu, juga pada sinar matahari yang terlampau terik.

- Walaupun sambil dipakai bersihkan sepatu anda dari Lumpur atau kotoran lain yang melekat dengan kaian basah atau semer sepatu.

- Semirlah sepatu anda sewaktu-waktu atau oleslah dengan lemak atau “grease” agar kulitnya tetap lembut dan tidak cepat lapuk.

- Bersihkanlah kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu setiap ada kesempatan.

Ø Kaus kaki

Berbicara masalag sepatu, kurang lengkap kalau tidak membicarakan juga kaus kaki. Kaus kaki dimaksudkan :

a. melindungi kulit kaki dari pergesekan langsung dengan kulit sepatu atau bagian-bagian sepatu yang menimbulkan luka-luka/lecet.

b. Menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas

c. Mengerap keringat

d. Menjaga agar kaki tetap hangat pada daerah-daerah yang sangat dingin.



Ø Geiter/putis/atau lainnya

Geiters/sarung anti pacet biasanya dibuat dari kain tipis yang dipakai setelah kaus kaki setinggi lututyang sebelah atas atau ujung bertali seperti sarung bantal atau sarung guling, manfaatnya sama dengan putis.

Putis terbuat dari kain katun atau wool untuk menjaga otot-otot betis agar tetap fit pada perjalanan panjang. Juga untuk mencegah pasir, pacet masuk kedalam sepatu atau kaus kaki. Pemakaiannya tidak boleh terlalu ketat sehingga mengganggu peredaran darah atau pergerakan otot betis.

Ø Celana Jalan/lapangan

Syarat utama celana jalan adalah : kuat, ringan, tidak mengganggu gerakan kaki, praktis dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Untuk daeah tropis bahan driil yang mengandung katun/cotton tidak terlalu tebal, tahan duri dan tidak membuat “overheat”. Selain itu cukup ringan dan cepat kering (example : PDL Militer atau celana loreng tentara)

Ø Ikat pinggang

Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat,misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya (ring eiger)

Ø Baju jalan/lapangan

Baju lengan panjang lebih efektif untuk menahan goresan-goresan duri, untuk menjaga temperatur tubuh, melindungi tangan dari sengatan serangga berbisa atau nyamuk.

Ø Jaket/ baju luar/ sweater

Ø Scarf, kacu segitiga lebar

Dapat digunakan sebagai pembalit luka, menghapus keringat, tutup kepala dan lain lain.

Ø Pelindung kepala (topi, helmet atau kupluk)

Perlengkapan ini melindungi dan memberikan kehangatan di bagian kepala, pemakaiannya disesuaikan dengan medan yang akan dilalui.

Ø Jas hujan/ponco



Perlengkapan Tidur.

Ø Satu set pakaian tidur

Ø Kaus kaki untuk tidur

Ø Sleeping Back/Sleeping mat/Selimut/Kelambu

Ø Penutup kepala

Ø Tenda/tenda gantung

Ø Sarung tangan

Sarung tangan dari kulit kuat tetapi lembut baik untuk dipakai didaerah-daerah tropis yang banyak semak-semak berduri, untuk daerah dingin sarung tangan digunakan untuk menahan dingin pada bagian tangan juga untuk rapelling dan lain-lain keperluan.



Perlengkapan masak/makan

Ø Alat masak lapangan lengkap

Ø Alat makan

Ø Alat pembuat api (kompor gas, spiritus, paravin, lilin, dll)

Ø Kantung air/alat pemurni air, dll.

Alat Bantu perlengkapan jalan.

Ø Peta

Ø Kompas

Kompas adalah partner anda yang sangat penting dalam perjalanan atau pengembaraan, harus baik kuat dan praktis. Letakkan kopas pada tempat yang aman tetapi mudah dijangkau sewaktu-waktu diperlukan.

Ø Pisau pinggang,pisau saku serba guna (Multi Blade)dan golok tebas

Spesifikasi pisau dan golok lapangan :

a. terbuat dari bahan yang dapat dipercaya, tajam dan tidak mudah patah.

b. Desain dan ukurannya harus benar-benar enak dipegang dan enak dipakai.

c. Sarungnya aman dan enak jatuhnya.

d. Selalu tetap terpelihara.

Merk pisau PUMA, GERBER, HANTER,dan golok BUSH HAWKER, BOLO, MACHETE masuk spesifikasi golok lapangan.

Ø Jam tangan

Ø Water canteen

Ø P3K + Snack Bite Kit

Ø Sarung tangan

Ø Flash light + baterai dan lampu cadangan

Ø Pluit

Perlengkapan pribadi lainnya

Ø Jarum benang

Ø Kancing

Ø Tali sepatu cadangan, semir dan sikat sepatu

Semir sepatu dimaksudkan untuk menjaga agar kulit sepatu tetap lembut dan tidak patah atau retak-retak. Juga untuk menjaga agar benang jahitan sepatu tetap kuat. Sebagai pengganti semir dapat menggunakan campuran bawang merah dengan minyak kelapa untuk menjaga dan memelihara sepatu dan kulitnya (kulit kaki). Campuran ini dikenal dengan nama minyak komando.

Ø Handuk, sikat gigi, sabun, celan lapangan.

Ø Surat-surat perjalanan, surat cinta, banko surat wasiat, dll.

Ø Alat tulis menulis, alat dokumentasi.


Ransel

Ransel ini sangat penting dalam kegiatan alam terbuka beberapa hal yang harus dipenuhi adalah:

- Ringan: Ransel sejauh mungkin tidak merupakan bahan bobot yang berlebihan terbuiat dari bahan yang “water Proof” sehingga kalau hujan tidak bertambah berat dan cukup melindungi isi dari ransel walaupun tetap harus diberi perlidungan ekstra dengan jalan menggunakan kantong-kantong plastik untuk mrlindungi perlengkapan yang peka seperti pakaian tidur, alat tulis, makanan ringan dan lain-lain.

- Kuat: Harus mampu membawa beban kita dengan aman, berdaya tahan tinggi, tidak mudah robek, jahitannya tidak mudah lepas sipernya cukup kokoh dan seterusnya.

- Sesuai denagn kebutuhan dan keadaan medan:

o Volumenya harus memadai untuk beban/perlengkapan yang kita bawa

o Disainnya harus sejauh mungkin sesuai dengan keadaan medan yang akan kita tempuh, jangan sampai komponen ransel mengganggu kebebasan gerak sipembawa pada medan-medan tertentu.

- Compfortable (nyaman dipakai):,Misalnya untuk ransel Carriel atu pembawa barang besar dan berat mungkin “Frame” perlu agar berat beban merata keseluruh keseimbangan tubuh. Frame ini juga membuat nyaman karena adanya fentilasi antara punggung dengan ransel. Bagi ransel yang tidak mengguinakan frame atau yang frame didalam (internal frame), mungkin perlu ditambahkan bahan yang menyeraaap keringan dibagian yang bersetuhan dengan punggung. Tali pentyangdang ransel harus cukup lebar dan empuk serta mudah distell, juga hip belt untuk mengatur agar rangsel menempel dengan baik ketubuh sertta membantu pembagian berat keseimbangan.

- Praktis: Kantung-kantung tambahan atau pembagian ruangnnya memudahkan kita mengambil barang-barang tertentu, mudah dilepas.


Mengusun perlengkapan kedalam carrier

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengepakan atau packing perlengkapan ke dalam carrier :

Ø Tempatkanlah barang-barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin ke badan anda. Barang-barang yang lebih ringan seperti pakaian tidur, makanan kering, sleeping bag dan seterusnya tempatkan pada bagian bawah.

Ø Letakkanlag barang-barang kecil yang diperlukan sewaktu-waktu pada kantung-kantung luar ransel anda atau pada bagian yang paling atas. Yakinkanlah bahwa perlengkapan PPPK,makanan untuk sarapan, ponco dan sebagainya terletak pada bagian yang mudah untuk segera diambil.

Ø Kelompokkanlah barang-barang anda dan masukkan ke dalam plastik/kantung yang tidak tembus air dan kuat.

Untuk kegiatan kelompok/tim perlu ada pembagian tugas untuk membagi-bagi perlengkapan agar berat beban yang dibawa oleh setiap anggota tim terbagi rata.



manajemen perjalanan, essays manajemen perjalanan, manajemen perjalanan, manajemen perjalanan, manajemen perjalanan paper, manajemen perjalanan case, manajemen perjalanan tours

Jumat, 27 September 2013

DONOR DARAH Rutin MAPALA GEMA AGRA NUSA

Tgl 29 September 2013 Mapala Gema Arga Nusa mengadakan proker rutinitas Mapala Gema Arga Nusa yaitu Donor Darah yang di laksanakan 3 Bulan sekali dan kerja sama dengan PMI sukoharjo. Dalam persiapan pelaksanaan donor darah tersebut masih banyak kendala yang di utarakan oleh koordinator pelaksanaan dari Kadiv IMPK SAR Amalia banya teman GAN ( Gema Arga Nusa ) yang gak bisa membantu dan izin tidak mengikuti pelaksanaan donor darah sementara di karenakan masih mengikuti Studi PPL di luar kampus. Untuk itu seadanya teman - teman yang hadir dan siap membantu dan bisa melaksanakan acara ini dengan lancar

PR 3

Dari jam 06.00 mulai persiapan dan menata kursi di depan Audiotorium dimana tempat ini adalah tempat pelaksanaan donor darah berlangsung Audiotorium Universitas Veteran Bangun Nusantara ( Univet Bantara). Dari jam 08.00 Petugas PMI datang dan Tim Pecari massa menyebar yang di Koordinator Pengganti yaitu Lutfi Mustofa yang sering di sapa MONDIR. sangat semangat sekali sehingga banyak yang ikut untuk donor dan banyak wajah baru yang mengkuti donor darah ini lantaran banyak mahasaiswa baru yang juga ingin mendonorkan darahnya. Dan kesempatan ini membuat Tim Panitia dari Gan untuk memperkenalkan MAPALA GEMA ARGA NUSA kepada mahasiswa baru agar mereka untuk ikut UKM MAPALA yang sudah di jadwalkan setiap jam 15.00 wib Latihan Panjat dan Caving di wall climbing. Karena suara rappernya MONDIR membuat mahasiswa berdatangan dan berpartisipasi untuk mendonorkan darahnya. Dari 95 pendaftar donor darah hanya 89 peserta yang berhasil darahnya untuk di donorkan dan yang lain mungkin 3 bulan ke depan bisa mengikutinya. Dari bnyakanya peserta Mapala GAN sangat beruntung Pembantu Rektor 3 Drs. Lies Sudibyo Menghadiri Pelaksana Donor darah tersebut.



Jam 13.00 Wib berakhir sudah Donor darah di laksanakan. Untuk acara dilaksanakan dengan lancar dan ada beberapa pengurus Mapala GAN yang bisa membantu yang izin sudah bisa membantu lagi. hasil dari evaluasi banyak teman yang kurang koordinasi setiap seksi, untuk itu 3 bulan kedepan tepatnya tanggal 19 Desember  2013 Semoga kedepanya lebih baik dan banyak mahasiswa baru yang ikut menjadi panitia pelaksana. Hallooo GAN "GAN JAYA" (surya.m.vanpesie)


 # DONOR DARAH

Bila mendengar kata "Donor Darah", tentunya sudah tidak asing dengan PMI (Palang Merah Indonesia). PMI merupakan salah satu organisasi yang melayani kegiatan donor darah di Indonesia yang mulai terbentuk pada tanggal 3 September 1945, yang juga kemudian ditetapkan sebagai Hari PMI.
Semakin meningkatnya permintaan darah terkadang menyebabkan PMI mengalami kekurangan stok darah, terutama di bulan ramadhan dan setelah lebaran. Hal ini disebabkan antara lain karena masih banyak masyarakat yang terkontaminasi dengan mitos donor darah (penularan penyakit, donor darah menyebabkan tekanan darah menjadi rendah, dan lain sebagainya), sehingga calon pendonor pun menjadi takut untuk melakukan donor darah. Padahal dengan melakukan donor darah selain dapat bermanfaat bagi orang lain ternyata juga memiliki manfaat bagi tubuh kita, diantaranya :
  • Mengetahui golongan darah
  • Memeriksakan kesehatan secara teratur (donor darah dilakukan 3 bulan sekali) meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, tinggi dan berat badan, hemoglobin, penyakit dalam, penyakit hepatitis A dan C, Penyakit HIV / AIDS
  • Mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh
  • Pendonor yang rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung, terutama pada laki - laki sebesar 30% (British Journal Heart) seperti serangan jantung koroner dan stroke karena memungkinkan terjadinya pergantian sel darah baru, dan badan merasa sehat
  • Membakar kalori dalam tubuh
 
 

Kamis, 26 September 2013

Syarat-syarat teknis menjadi donor darah:


  • Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
  • Hemoglobin baik pria maupun perempuan minimal 12,5 gram
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
***
Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:
  • Pernah menderita hepatitis B
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah transfusi
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah tato/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus dipteria, atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu dua minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemicameasles, dan tetanus toxin
  • Dalam jangka waktu satu tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu satu minggu sesudah gejala alergi menghilang
  • Dalam jangka waktu satu tahun sesudah transplantasi kulit
  • Sedang hamil dan dalam jangka waktu enam bulan sesudah persalinan
  • Sedang menyusui
  • Ketergantungan obat
  • Alkoholisme akut dan kronis
  • Mengidap Sifilis
  • Menderita tuberkulosis secara klinis
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk
  • Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya kekurangan G6PD, thalasemia, dan polibetemiavera
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah.
* * *
Tambahan Info dari blognya dony disini.
sedikit fakta tentang darah, dengan harapan anda, saya atau siapapun dapat mengenal lebih tentang darah kita
  1. Satu kantung/labu darah yang kita sumbangkan, rata-rata bisa menyumbang untuk 3 kehidupan(tambahan: dan hanya awet selama 28 hari/ 4 minggu)
  2. Orang dewasa yang sehat minimal 17 tahun, dan setidaknya mempunyai berat 110 lbs (+/- 45 kg), dapat menyumbangkan sekitar satu labu setiap 56 hari, atau setiap dua bulan.
  3. Empat utama sel darah merah tipe: A, B, AB dan O. RH faktor bisa positif atau negatif. AB merupakan penerima universal; O negatif adalah universal donor sel darah merah.
  4. Satu unit darah dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen: sel darah merah, plasma, platelets dancryoprecipitate.
  5. Sel darah merah membawa oksigen ke organ-organ tubuh dan jaringan. Sel darah merah tinggal sekitar 120 hari dalam sistem peredaran darah.
  6. Platelets mempromosikan darah dan memberi mereka yang leukemia dan kanker lainnya kesempatan untuk hidup.
  7. Plasma adalah kuning pucat campuran air, protein dan garam. Plasma, yang 90 persen air, membuat sampai 55 persen dari volume darah.
  8. 42 hari: lamanya sel darah merah dapat disimpan. Lima hari: lamanya platelets dapat disimpan. Satu tahun: lamanya plasma beku dapat disimpan. (ini masih menjadi perdebatan karena di Indonesia usia penyimpanan Sel darah merah itu hanya 28 hari atau sekitar 4 minggu)
  9. Anak-anak yang dirawat untuk kanker, bayi prematur dan anak-anak yang memerlukan operasi jantung dan darah platelets dari donor dengan berbagai jenis, khususnya jenis O.
  10. Pasien penderita kurang darah memerlukan transfusi darah untuk meningkatkan tingkat sel darah merah. Kanker, transplantasi dan trauma pasien, serta pasien yang menjalani operasi jantung terbuka memerlukan platelet transfusions untuk bertahan hidup.
  11. Tes tigabelas (11 untuk penyakit menular) yang dilakukan pada setiap unit darah yang disumbangkan.
  12. 17 persen dari non-donor memberikan alasan “never thought about it” sebagai alasan utama untuk tidak menjadi donor, sedangkan 15 persen mengatakan mereka sudah terlalu sibuk.
  13. # 1 alasan donor darah mereka berikan adalah karena mereka “ingin membantu orang lain.
  14. Jika semua memberi donor darah tiga kali dalam setahun, kekurangan darah akan menjadi peristiwa langka di dunia ini
  15. 46,5 gallons: jumlah darah yang dapat disumbangkan jika anda mulai pada usia 17 dan donasi setiap 56 hari hingga mencapai 79 tahun.
  16. Empat langkah mudah untuk menyumbangkan darah: sejarah medis, tes fisik cepat, donor dan makanan ringan.
  17. Donor darah biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 menit (namun bisa memperpanjang nyawa yang membutuhkan, selama bertahun2 lagi). Seluruh proses – mulai dari waktu anda masuk ke waktu yang meninggalkan – berlangsung sekitar satu jam. Setelah menyumbangkan darah, tubuh anda mengganti cairan dalam 1 jam dan sel darah merah dalam waktu empat minggu. Delapan bulan yang diperlukan untuk mengembalikan besi hilang setelah sumbangan.
  18. Darah membuat sampai sekitar 7 persen dari berat badan Anda. Memberikan darah tidak akan menurunkan kekuatan.
  19. Anda mendapat cek kesehatan gratis pada saat anda menyumbangkan darah :) .

Senin, 09 September 2013

Dasar-dasar panjat tebing



Namanya juga hobi panjat tebing, tentu saja tebing merupakan prasarana dalam kegiatan panjat tebing. Pengetahuan dasar tentang tebing yang harus diketahui antara lain: Bentuk tebing, bagian tebing yang dilihat secara keseluruhan mulai dasar sampai puncak. Bagian-bagiannya antara lain blank (bentuk tebing yang mempunyai sudut 90derajat atau biasa disebut vertikal), overhang (bentuk tebing yang mempunyai sudut kemiringan antara 10-80 derajat), roof (bentuk tebing
yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menggantung), teras (bentuk tebing yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menjorok ke dalam tebing), dan top (bagian tebing paling atas yang merupakan tujuan akhir suatu pemanjatan).
Lalu ada soal permukaan tebing yang merupakan bagian dari tebing yang nantinya akan digunakan untuk berpegang dan berpijak dalam suatu pemanjatan. Bagian ini di kategorikan menjadi tiga bagian: face (permukaan tebing yang mempunyai tonjolan), slap/friction (permukaan tebing yang tidak mempunyai tonjolan atau celah, rata, dan mulus tidak ada cacat batuan), dan fissure (permukaan tebing yang tidak mempunyai celah/crack).
Dengan mengenali pengenalan dasar atas medan yang hendak ditempuh, para pemanjat akan langsung bisa mempersiapkan teknik penaklukannya dan mengurangi tingkat kesulitannya.
Untuk memudahkan estimasi tingkat kesulitan tersebut, biasanya digunakan sistem desimal yang dimulai dari angka lima (mengacu pada standar tingkat kesulitan yang dibuat oleh Amerika).
Tingkat kesulitan 5,7-5,8 adalah tingkat kesulitan pemanjatan yang amat mudah. Lintasan pemanjatan untuk pegangan dan pijakan sangat banyak, besar, dan mudah didapat. Sudut kemiringan tebing belum mencapai 90 derajat.
Tingkat kesulitan 5,9. Tingkat kesulitan pemanjatan yang mulai agak sulit karena jarak antara pegangan dan pijakan mulai berjauhan tetapi masih banyak dan besar.
Tingkat kesulitan 5,10. Pada tingkat ini pemanjatan mulai sulit karena komposisi pegangan dan pijakan sudah bervariasi besar dan kecil. Jarak antar celah dan tonjolan mulai berjauhan. Terdapat dua tumpuan tangan dan satu tumpuan kaki, faktor keseimbangan mulai dibutuhkan.
Tingkat kesulitan 5,11. Tingkat kesulitan ini lebih sulit lagi karena letak antara pegangan yang satu dengan pegangan yang lainnya berjauhan dan kecil-kecil yang hanya bisa dipegang oleh beberapa jari saja, kedua tungkai melakukan gerakan melebar agar kaki dapat bertumpu pada tumpuan berikutnya. Keseimbangan tubuh sangat berpengaruh, bentuk tebing yang dilalui pada lintasan ini terdapat variasi antara tebing gantung dan atap.
Tingkat kesulitan 5,13-5,14. Jalur lintasan ini bervariasi antara tebing gantung dan atap dengan satu tumpuan kaki dan satu tumpuan tangan. Pemanjat mulai melakukan gerakan gesek (friction) dan bertumpu pada ujung jari (edginh) bahkan harus mengaitkan tumit pada pijakan (hooking).
Selain kriteria kesulitan ini, Negara lain juga membuat tingkat kesulitan sesuai dengan penilaian masing-masing, antara lain Jerman, Perancis, UIAA (Union Internationale des Association Alpines).

Tehnik Dasar yang Umum
1. Pertahankan 3 titik kontak. 2 tangan dan 2 kaki total semuanya jadi 4 kontak. Waktu kamu manjat usahakan 1 kontak mencari pegangan atau pijakan dan 3 lainnya tetap menempel pada tebing. Dengan cara ini kamu enggak bakal cepet cape.
2. Usahakan tangan selalu lurus ( jangan membengkokan siku). Waktu meraih pegangan tangan setinggi apapun segera jatuhkan badan kamu dengan menekuk kedua lutut dan meluruskan tangan. Kalo kamu terus2an membengkokan siku waktu manjat dan mencengkram dengan keras dijamin tangan kamu cepet lemes. Dengan tangan lurus sebagian beban tubuh ditunjang oleh otot bahu dan dada jadinya lebih enteng.
3. Manjat dengan kaki dan bukan tangan. Karena kaki lebih kuat maka sering2lah mendorong vertikal dengan kaki kamu bukannya menarik vertikal dengan tangan kamu.
Dalam penguasaan tehnik kita juga harus familiar dengan medan tempur. Jenis bebatuan tebing akan sangat menentukan tehnik apa yang kita perlukan agar bisa manjat kepuncak dengan mulus. Tebing dan bebatuanlah yang bakal mendikte kita dan memaksa kita untuk begini dan begitu. Proses inilah yang membuat pemanjat tebing dan seorang pelaku boulder (pemanjat batuan besar) bersahabat dengan alam. Makanya selain kita harus tau nama dari tehnik itu sendiri kita juga harus mengenal nama dari bentuk pegangan/ pijakan yang bakalan dipake.
Untuk pemula, coba aja di papan panjat buatan dahulu sebelum ke tebing yang sesungguhnya …
Selamat Mencoba …
Di ambil dari berbagai macam sumber …

Sejarah Caving Di Indonesia

Caving atau penelusuran gua, boleh dibilang cukup lama dikenal Indonesia. Persisnya kegiatan ini sudah mulai marak tahun 1980-an, ketika Persatuan Speleologi dan Caving Indonesia (Specavina) dibentuk di Bogor dengan tokoh-tokohnya antara lain dr. Ko King Tjoen, Norman Edwin (alm), Dr. Budi Hartono, dan Effendi Soleman. Mulailah dari sini kegiatan yang jadi hobi baru kala itu menyebar, terutama di kampus-kampus.

Hobi ini agaknya di awal perkembangannya terseok-seok karena yang didalaminya tak melulu keterampilan fisik saja namun juga aspek ilmiahnya. Selain, peralatan yang dibutuhkan pun sulit dibeli di sini. Specavina, ketika itu pula agak selektif membagi ”ilmu” pada peminat. Hanya mereka yang memiliki latar belakang keilmuan atau yang menyukai pengetahuan tentang speleologi yang boleh bergabung. Specavina sebagai pelopor ketika itu sengaja lebih menonjolkan unsur ilmiahnya (speleologi) ketimbang ”olahraganya” (caving).

Salah satu aspek yang harus diketahui penggemar caving adalah pengetahuan dasar geologi. Terutama bagaimana awal gua itu terbentuk, di daerah mana bisa ditemukan, sifat batuannya, jenis gua, dan sebagainya. Dengan dasar pengetahuan ini, caver (penelusur gua) bisa dengan mudah menemukan gua. Sebab, mereka hanya akan mendatangi wilayah yang banyak terdapat batu gamping.
Secara teori demikianlah adanya. Gua banyak terdapat di kawasan batu gamping (karst). Berbekal pengetahuan itu pula jika bisa membaca peta geologi, maka di mana saja sebaran daerah karst, di sana tujuan yang tepat untuk perjalanan melakukan ekspedisi.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah biologi gua (biospeleologi). Memang tak harus menjadi ahli biologi dulu baru bisa menekuni caving. Tapi paling tidak dengan modal ”baca-baca” dulu, penelusur gua bisa membandingkan flora fauna antara gua yang satu dengan lainnya. Atau mungkin dia menemukan spesimen baru yang bisa menambah khasanah pengetahuan biologi gua di Indonesia. Dia pun menjadi tahu bagaimana cara menyimpan koleksi itu dengan baik sebelum dibawa ke pakarnya untuk diidentifikasi.

Keunikan
Fauna gua terbilang unik. Semuanya beradaptasi dengan lingkungan gelap abadi tak hanya terbilang puluhan atau ratusan, tapi ribuan tahun. Mereka berevolusi disesuaikan dengan alamnya yang gelap gulita. Di sebuah gua di Amerika pernah ditemukan salamander transparan dan tak bermata (eyeless), bahkan buta (blind). Diduga salamander itu terjebak di dalam gua dan tak bisa keluar.
Untuk bertahan hidup satwa itu mengembangkan indera peraba dan perasanya sedemikian rupa untuk menggantikan fungsi matanya. Lama-kelamaan alat penglihatan itu tertutup selaput karena mubazir.
Begitu pun flora dalam gua yang beradaptasi dengan lingkungan gelap total. Tumbuhan untuk hidup di permukaan memerlukan sinar matahari. Tumbuhan berdaun belum pernah dilaporkan ditemukan di dalam gua. Yang lazim dijumpai adalah aneka jamur yang bentuknya aneh-aneh. Misalnya ada jamur yang memiliki leher yang panjang, dengan topi kecil namun lunglai.
Di Indonesia penemuan satwa gua yang terbilang sensasional pernah terjadi. Tapi sayangnya itu tak tercatat di lembaga resmi pemerintah atau internasional. Di tahun 1980-an, persisnya tahun berapa sudah .lupa, klub penelusur gua Garbhabhumi dari Jakarta ketika terjadi gerhana matahari total, masuk ke Gua Ngerong di Tuban, Jawa Timur. Bentuk gua itu adalah gua air yang merupakan sungai.
Klub yang dipimpin Norman Edwin (alm) saat itu menerobos masuk dan melawan arus dengan perahu karet. Tak sampai satu kilometer, mereka terbentur air terjun. Setelah memanjat air terjun, langkah mereka terhenti sebab di bagian atasnya terdapat mata air. Lorong itu mungkin bisa ditelusuri lebih jauh, namun memerlukan teknik dan peralatan diving. Diputuskan ketika itu untuk stop dan kembali ke luar.
Di bagian inilah mereka secara tak sengaja melihat kelap-kelip di dalam air yang memantul dari sinar lampu. Ternyata barang yang mengkilat itu adalah ikan. Setelah dipelototin lebih dekat lagi, ikan itu tak bermata dan transparan.
Dibalut rasa girang, spesimen itu dibawa ke Jakarta untuk diidentifikasi. Beberapa bulan ikan yang mirip anak tawes itu masih hidup dalam akuarium yang dikondisikan seperti di alamnya oleh Riza Marlon (kini juru foto profesional).
Oleh Yatna Supriatna, kini doktor biologi, temuan itu diidentifikasi sebagai Puntius microps. Sebagai pembanding, satwa eyeless di gua di Amerika atau Eropa baru dijumpai di kedalaman puluhan kilo sampai ratusan. Tapi di Tuban, tak sampai 2 kilometer. Mungkin ini bisa menjadi bahan kajian ilmuwan kita yang tertarik pada cave biology. Jika di sana, gua bisa melahirkan ratusan doktor, mengapa di sini tak bisa? Takut gelapkah, becek dan bayangan mistis tentang gua yang mengakibatkan orang enggan berurusan dengannya?

**Pemetaan Gua**

Masuk gua memang bukan sekadar masuk dan mengagumi keindahan di dalamnya saja. Namun banyak yang harus dikerjakan. Apalagi ketika zaman itu belum banyak perkumpulan penelusur gua sehingga untuk mengklaimnya harus dibuktikan dengan peta dan foto-foto. Keakuratan peta sebuah gua dilihat dari siapa yang membuatnya. Sayangnya kebanggaan dan semangat untuk membuat peta gua oleh klub-klub caving di Indonesia, melempem.

Hal ini berbeda dengan kondisi klub penelusur gua di luar negeri. Mereka begitu getol menyusun peta gua hingga ke hal yang detail. Sampai akhirnya tercipta lambang-lambang khusus dalam pemetaan gua yang jelimet. Jika ada hal khusus yang ditemukan, misalnya speleothems (bentukan gua seperti stalaktit, stalakmit, gourdam, straws, pearls cave dan sebagainya) yang mungkin istimewa bentuknya, biasanya peta itu dibuat irisan dengan gambar detail atau lambang. Di peta tersebut biasanya tercantum grade, semakin tinggi angka yang tercantum dalam grade itu maka semakin akurat peta itu dibuat.
Di sana yang enak adalah generasi selanjutnya. Jika ingin masuk gua tinggal masuk dengan panduan peta. Namun penelusur di sana bukan sekadar mengikuti petunjuk peta.

Bila denah yang dibuat sebelumnya ada kesalahan maka akan dikoreksi dan dilaporkan ke paguyuban penelusur gua. Maka tak mengherankan jika kini hampir pasti peta gua di negara-negara maju, akurat. Semua gua sudah terpetakan yang diikuti dengan data base yang lengkap.
Saking lengkapnya, mereka bisa tahu mana gua yang terpanjang atau yang terdalam di dunia. Gua yang terdalam dan sampai kini belum terpecahkan rekornya adalah Voronja Cave di Georgia, pecahan bekas Uni Soviet, yakni 1.710 meter.

Bayangkan untuk menuruninya berapa panjang tali yang dipakai dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk sampai ke dasar gua. Sementara gua yang terpanjang dan kompleks sekali lorong-lorongnya adalah Mammoth Cave di Amerika Serikat yakni, 563,270 km dan dalamnya -116 m. Lebih lengkapnya silakan klik www-sop.inria.fr/agos-sophia/sis/DB/database.html. Di sini ada sedikit data gua di Indonesia.

Kabar bahwa pemetaan gua tak begitu berjalan di Indonesia, sudah bisa dimaklumi. Karena penggemar caving di sini cenderung menyukai dari sisi olahraga dan petualangannya. Aspek ilmiah bukannya tak menarik, tapi kurang menguasai. Pakar biologi atau geologi yang sesungguhnya di Indonesia, adakah yang membangun tesis dari gua? Kalaupun ada mungkin jumlahnya tak sampai hitungan jari sebelah tangan.

**Incaran Dunia**

Potensi gua di negeri ini sebetulnya tak kalah menarik dengan yang ada di luar negeri. Ketika tahun 1980-an, wilayah ini menjadi incaran caver dunia. Berbagai cara mereka lakukan untuk bisa caving di sini, namun terbentur peraturan yang menyebutkan peneliti asing harus seizin LIPI. Adanya peraturan itu sebetulnya ada bagusnya. Mereka jadi tak seenaknya ”mengeksplorasi” gua di Indonesia. Sayangnya, kesempatan itu tak dipakai oleh penelusur gua kita untuk menjadikan dirinya sebagai yang pertama.

Belakangan seorang ahli geologi yang juga seorang caver berkebangsaan Inggris, Tony Waltham, masuk lewat jalur sebuah departemen. Dia datang konon membantu pengairan di daerah Gunung Kidul yang tandus.

Sebagai pakar geologi, dia tahu betul bahwa air di sana hanya dijumpai di sungai bawah tanah alias di dalam gua-gua. Dia pun paham bahwa Gunung Kidul adalah kawasan karst yang nota bene adalah sarangnya gua yang belum diutak-atik oleh caver mana pun. Sepulangnya dari Indonesia tak lama kemudian terbitlah buku tentang gua-gua di sana, berikut foto-foto yang menawan.
Potensi gua yang masih menjanjikan, menurut peta geologi terletak di Sulawesi dan Papua. Tapi yang menantang adalah yang di Papua. Di peta tertulis selain kawasan karstnya luas, juga ”ketebalannya” mencapai ribuan meter. Artinya, jika ada gua vertikal (pothole) di Papua maka kedalamannya berpotensi mengalahkan Gua Voronja di Georgia!!